Acuy’s Weblog


Bintang Jatuh
April 30, 2008, 5:43 am
Filed under: Uncategorized | Tags:

Bintang Jatuh

Seperti biasa pagi ini, mentari bersinar anggun dari ufuk timur. Suara derungan motor bersahut sahutan dari setiap blok perumahan. Ayam jago sedikit berkurang kokokannya, karena bulan kemarin menjadi korban “tuduhan” flu burung. Sehingga eksekusi massal di belakang kantor lurah pun dilakukan, hal ini menjadi sebuah peristiwa mengerikan setelah kasus poso. Bayangkan ayam montok disembelih dengan darah memancar kemana mana oleh sebilah pisau panjang, lalu dilemparkan kedalam lubang. Dirasa cukup banyak korban, lalu bensin disiramkan dan api dinyalakan. Wuss mereka musnah menjadi arang bergabung dengan gumpalan tanah.

Tersisa hanyalah ayam ayam pemberontak yang lolos dari sergapan petugas peternakan. Tak mengapalah setidaknya hari ini tidak pernah berbeda dengan yang lalu dengan kokokan menjelang adzan subuh berkumandang.

Mawar yang 2 hari lalu menguncup dan seharusnya pagi ini merekah indah, hilang entah kemana. Mungkin remaja mabuk cinta memetiknya tadi malam untuk diletakan di depan pintu rumahnya dengan secarik surat cinta. Tak mengapa, hari ini cukup cerah untuk menjalani hari yang serasa akan panjang.

Sepatu kanvas putihku melangkah mantap menuju jalan raya. hari senin angkut tiba tiba laris manis pagi ini. Para pegawai negeri mendadak datang pagi sekali, maklum mau apel, anak anak abg berseragam putih biru berbaur dengan remaja putih abu dalam deretan bangku panjang didalam angkut dengan deret 75. Disekitarku masih banyak orang orang yang tergesa gesa menunggu angkut. Padahal waktu baru menunujuk angka 06.00. Aku hanya bersabar menunggu, kalau perlu ikut menggelantung di depan pintu. Tapi tak perlu aku pikirkan itu cara itu, jaket biruku pagi ini cukup berjasa karena dingin udara kemarau tak pernah mau berkompromi.

Sambil berdiri menunggu angkut dipingir trotoar jalan, aku teringat kembali telepon yang berdering malam tadi

“haloo jal, pakabar?”,suara manis dari seorang wanita.

“oo ya baik, pakabar juga.!”, sambil berusaha mengingat suara yang selalu akrab ditelingaku, lembut manis dan memang terdengar bersabat,mmm..

“gmana kuliahnya?”,dia melanjutkan kembali, dalam hati aku berfikir jelas pusing, masa dia tidak tahu kesibukan ku selama ini.

“alhamdullilah lancar..!”ku jawab enteng,

“kalau ica gimana kuliahnya, lancar..?”, tiba tiba saja aku teringat pada sahabat wanitaku sewaktu masih sekolah sma dahulu, suaranya cara berbicaranya yang khas dan tentunya manis, ya aku mulai mengingat betul ini suaranya Anisa . Ica begitulah panggilan akrabnya yah panggilan yang sering aku berikan untuknya,meskipun ada panggilan sayang yang lain dari sahabat sahabatnya tapi dia sepertinya cukup nyaman dengan sapaan itu.

Mulailah kami berbicara panjang lebar malam tadi, dia menceritakan kehidupan barunya dikampus, teman teman dari berbagai pelosok daerah yang datang kuliah di perguruan tinggi di tengah Kota bandung. Aktivitas kemahasiswaan yang berbeda dari masa masa sma dan jurusan yang diambilnya sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Begitu pula aku, aku pun menceritakan kehidupan perkuliahan yang dari hari kehari semakin berat dan membosankan. Laporan laporan praktikum yang setiap harinya menunggu manis untuk dikencani di dalam kamar. Maklumlah kuliah teknik.

Melalui gagang telepon dia menceritakan keluh kesah dalam sebuah hubungan selama ini, dan sulitnya untuk menemukan seorang adam yang bisa membuat dia nyaman jika berada disampingnya. Sebagai seorang sahabat yang sudah mengenalnya aku hanya bisa mendengarkan setiap alunan ceritanya meskipun saat itu aku tak pernah memberinya sebuah jalan keluar.

Tiba – tiba  ditengah percakapan memotong,

“jal, sebetulnya aku ingin ketemu dengan kamu?” dengan nada suara dan desiran nafas yang berbeda dari sebelumnya.

“kapan?”

“kalau ada waktu senggang besok, bisa nggak kamu datang kerumah.!”

Waduh laporan dan tugas pun sudah berteriak dari dalam tas punggungku,wooii belum beres nih mau kapan diselesaiin, yah hingga hari selasa aku setidaknya harus berkutat dengan tugas dan laporan.

“maaf ca, besok pulang sore trus masih ada tugas yang musti deselesaiin, emangnya ada apa?”

“jal, aku kangen..!”

“yeah kalo itu mah sabtu aja aku datang  kerumah kamu, seharian kita ngobrol puas..”,jawabku cuek

“ca ga becanda..!” dan ini nada suaranya berbeda dari sebelumnya   

 Aku bingung mesti menjawab apa, dan diujung telepon sanapun sepi tak ada suara sedikitpun, kami membisu.

“ca, kalo bener2 pengen ketemu besok sore jal kerumah..”jawabku sedikit dengan nafas yang tertahan.

“oh, enggak kok ga usah kalo sibuk, o jal maaf mengganggu yah, ass..!”

“klik….”

tanpa jeda untuk aku berkata tiba tiba telepon diputus.

Suasana malam seketika itu berubah, seolah bintang berkelip redup dan angin mendesir lemah,aku bingung. Aku rebahkan kepalaku diatas bantal, sambil memikirkan yang seharusnya itu tak aku pikirkan.

“nit….nitttttttt” suara pesan masuk.

Aku baca dengan seksama.

-……..ca sayang kamu.-

Uhh.. hatiku semakin bergejolak,galau.

Malam tadi aku sulit untuk memenjamkan mata, diakhir mata terlelap aku sempat berguman “YA Allah jika sahabatku itu adalah hawa untuku maka dekatkanlah hubungan kami dengan lebih baik”

Dan malam terus mengarungi waktunya hingga semburat pagi tiba.

“jang, ledeng..”,sopir angkut tiba tiba memberhentikan mobilnya di depanku

Lamunanku pecah, segera aku menaiki angkot dengan berdesak desakan, dan hanya kebagian ujung pantat doang. Dalam angkot ini aku berharap hari ini akan berjalan lebih baik dan pertemuan kami nanti sore akan lebih indah pula   

Ciwaruga,29 April 2008

Meong_kota@yahoo.com



Hello world!
April 30, 2008, 5:29 am
Filed under: Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.